Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Juli 2014

DIALOG MALAIKAT DAN PENGUSAHA

Ada seorang pengusaha sukses terjatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan...

"Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia...!!!"
"Kalau hanya mencari 50 orang, itu gampang...!!!" (kata si pengusaha ini dengan yakinnya)

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya,
dengan antusiasnya si pengusaha bertanya,

"Apakah besok pagi aku sudah pulih...??? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit...!!!"

Dengan lembut si Malaikat berkata,
"Aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu...!!!"

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang isteri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra-putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.

Malaikat berkata,
"Aku akan memberitahukanmu, kenapa Allah rindu memberikanmu kesempatan kedua, itu karena doa isterimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu...!!!"

Kembali terlihat di mana si isteri sedang berdoa jam 2:00 dini hari,
"Yaa Allah, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik. Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar di hadapanMu. Tapi Ya Allah, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri...!!!" Aamiin...

Dan setelah itu isterinya berhenti berkata-kata, tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan terus karena kurang istirahat.

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta isteri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat. Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang.

Dengan setengah bergumam dia bertanya,
"Apakah di antara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku...???"

Jawab si Malaikat,
 "Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah...!!!"

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si isteri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si isteri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,
"Allah melihat air matamu dan penyesalanmu. Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00...!!!"

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

"Bukankah itu Panti Asuhan...???" (kata si pengusaha pelan)

"Benar, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri...!!!"

"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu...!!!"

Pesan moral:

Cerita ini hanyalah sebuah gambaran agar kita lebih instropeksi diri. Saya membayangkan ketika diri saya mati nanti, apakah orang di sekeliling saya akan kehilangan, atau sebaliknya mereka mengabaikan atas kematian saya, atau yang paling parah apakah mereka bersyukur malah...???

Mari sahabat yang dimuliakan Allah, mumpung kita masih diberi umur, lakukanlah yang terbaik untuk orang-orang di sekitar kita, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.

Dan satu lagi, janganlah kita meremehkan sedekah, sesuai cerita di atas, justru sedekahnya yang menyelamatkan pengusaha tersebut.

dan sebentar lagi bulan ramadhan akan tiba, perbanyaklah ibadah dan sedekah Insya Allah akan menjadi Berkah..

Jumat, 10 Agustus 2012

AS Siapkan Senjata Biologis untuk Muslim Dunia


AS vs Islam
Seorang analis politik terkemuka asal Amerika Serikat, Kevin Barrett, menyebut negaranya tengah merencanakan untuk memproduksi senjata biologis yang mampu memusnahkan bagian otak manusia yang berkaitan dengan potensi spiritualitas.
"Sebuah video tentang Pentagon yang dibocorkan oleh kelompok hacker anonim menampilkan detail rencana militer AS untuk mengembangkan dan menyebarkan senjata biologis yang mampu menghancurkan penerimaan orang-orang terhadap agama. Senjata ini ditargetkan untuk populasi Muslim," tulis Barrett dalam artikelnya yang dilansir Press TV, Kamis (9/8).
Aktivis di Muslim-Jewish-Christian Alliance (MUJCA) ini menuturkan, senjata biologis yang masih dalam perencanaan itu akan didistribusikan dengan disisipkan dalam vaksin penyakit flu. Ia menyebut, materi biologis itu mampu mengubah ekspresi genom manusia untuk memproduksi semacam lobotomi kimia."Kultur dari masyarakat Islam adalah budaya yang sangat religius.
Kekuatan religius inilah yang mengikat masyarakat Islam bersatu. Pemusnahan terhadap ciri utama dari budaya 1,5 miliar orang ini, secara lebih jauh, merupakan genosida terburuk yang pernah diupayakan atau terpikirkan," tandasnya.
Rencana AS untuk menumpas seluruh bentuk resistensi religius dan spiritual ini, lanjut Barrett, ditujukan untuk mendapatkan kekuasaan lebih luas. Ia juga menilai, rencana tersebut merupakan ancaman bagi seluruh aspek kemanusiaan di mana semua agama dan spiritualitas selalu menuntut adanya keadilan bagi seluruh umat manusia.

Sumber

Selasa, 24 Juli 2012

INI YANG TERJADI PADA OTAK SAAT ORANG SEDANG BERPUASA


orang puasa
Jakarta, Saat berpuasa, pola makan umat Muslim menjadi berbeda dibandingkan hari-hari biasanya. Hal ini tentu saja memicu banyak perubahan pada tubuh, mulai dari otak hingga sistem pencernaan.
Selama masa puasa, ada pelepasan hormon yang mengganggu cara tubuh dalam perubahan makanan menjadi energi. Ketika hal itu terjadi, jumlah mitokondria dalam neuron otak (yang memberitahu sinyal lapar) akan meningkat.
Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh ilmuwan di Yale University School of Medicine. Hasil studi ini yang kemudian dapat menjelaskan hubungan antara buka puasa dan makan lebih banyak dari yang Anda butuhkan.
"Biasanya kita telah melihat tren obesitas dan banyak kejadian diabetes selama bulan suci karena makan yang tidak teratur dan tidak tepat setelah berbuka puasa," jelas Dr. Wedad Al Maidor, dokter keluarga dan anggota Departemen Kesehatan Dubai, seperti dilansir muslimvoices.org, Selasa (24/7/2012). 
Selain itu, puasa memberi beberapa manfaat misterius untuk otak. Sebuah studi yang dilakukan National Institute on Aging menunjukkan bahwa pengurangan selang waktu makanan dapat melindungi otak dari penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson.
Peneliti menjelaskan, pembatasan diet dapat merangsang produksi neuron baru dari sel induk (neurogenesis) dan dapat meningkatkan plastisitas sinaptik, yang dapat meningkatkan kemampuan otak untuk melawan penuaan dan memulihkan cedera fungsi lanjutan.
Oleh karena itu, meningkatkan interval waktu antara waktu makan dapat bermanfaat bagi otak, bahkan ketika jumlah makanan meningkat dan tak ada penurunan asupan kalori.
Di sisi lain, tingkat gula darah yang rendah selama puasa dapat mengunci otak ke dalam tahapan tidur nyenyak. Puasa meningkatkan kualitas dan mengintensifkan kedalaman tidur. Hal ini akan berdampak baik karena proses perbaikan tubuh dan otak terjadi selama tidur.
Ini sebabnya dua jam tidur selama bulan Ramadan lebih memuaskan dan menyegarkan dibandingkan tidur dalam waktu biasanya.

MENDIDIK ANAK MENURUT ISLAM


berbakti pada orang tuaMenjadi orang tua pada zaman globalisasi saat ini tidak mudah.  Apalagi jika orangtua mengharapkan anaknya tidak sekadar menjadi anak yang pintar, tetapi juga taat dan salih. Menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah tidaklah cukup.  Mendidik sendiri dan membatasi pergaulan di rumah juga tidak mungkin. Membiarkan mereka lepas bergaul di lingkungannya cukup berisiko.  Lalu, bagaimana cara menjadi orangtua yang bijak dan arif untuk menjadikan anak-anaknya taat pada syariah?
Asah Akal Anak untuk Berpikir yang Benar. Hampir setiap orangtua mengeluhkan betapa saat ini sangat sulit mendidik anak.  Bukan saja sikap anak-anak zaman sekarang yang lebih berani dan agak ‘sulit diatur’, tetapi juga tantangan arus globalisasi budaya, informasi, dan teknologi yang turut memiliki andil besar dalam mewarnai sikap dan perilaku anak. “Anak-anak sekarang beda dengan anak-anak dulu.  Anak dulu kan takut dan segan sama orangtua dan guru.  Sekarang, anak berani membantah dan susah diatur.  Ada saja alasan mereka!” Begitu rata-rata komentar para orangtua terhadap anaknya.  Yang paling sederhana, misalnya, menyuruh anak shalat.  Sudah jamak para ibu ngomel-ngomel, bahkan sambil membentak, atau mengancam sang anak agar mematikan TV dan segera shalat.
Di satu sisi banyak juga ibu-ibu yang enggan mematikan telenovela/sinetron kesayangannya dan menunda shalat. Fenomena ini jelas membingungkan anak.
Pandai dan beraninya anak-anak sekarang dalam berargumen untuk menolak perintah atau nasihat, oleh sebagian orangtua atau guru, mungkin dianggap sebagai sikap bandel atau susah diatur. Padahal bisa jadi hal itu karena kecerdasan atau keingintahuannya yang besar membuat dia menjawab atau bertanya; tidak melulu mereka menurut dan diam (karena takut) seperti anak-anak zaman dulu.
Dalam persoalan ini, orangtua haruslah memperhatikan dua hal yaitu: Pertama, memberikan informasi yang benar, yaitu yang bersumber dari ajaran Islam.  Informasi yang diberikan meliputi semua hal yang menyangkut rukun iman, rukun Islam dan hukum-hukum syariah.  Tentu cara memberikannya bertahap dan sesuai dengan kemampuan nalar anak.  Yang penting adalah merangsang anak untuk mempergunakan akalnya untuk berpikir dengan benar. Pada tahap ini orangtua dituntut untuk sabar dan penuh kasih sayang. Sebab, tidak sekali diajarkan, anak langsung mengerti dan menurut seperti keinginan kita. Dalam hal shalat, misalnya, tidak bisa anak didoktrin dengan ancaman, “Pokoknya kalau kamu nggak shalat dosa. Mama nggak akan belikan hadiah kalau kamu malas shalat!”
Ajak dulu anak mengetahui informasi yang bisa merangsang anak untuk menalar mengapa dia harus shalat.  Lalu, terus-menerus anak diajak shalat berjamaah di rumah, juga di masjid, agar anak mengetahui bahwa banyak orang Muslim yang lainnya juga melakukan shalat.
Kedua, jadilah Anda teladan pertama bagi anak. Ini untuk menjaga kepercayaan anak agar tidak ganti mengomeli Anda—karena Anda hanya pintar mengomel tetapi tidak pintar memberikan contoh.
Terbiasa memahami persoalan dengan berpatokan pada informasi yang benar adalah cara untuk mengasah ketajaman mereka menggunakan akalnya. Kelak, ketika anak sudah sempurna akalnya, kita berharap, mereka mempunyai prinsip yang tegas dan benar; bukan menjadi anak yang gampang terpengaruh oleh tren pergaulan atau takut dikatakan menjadi anak yang tidak ‘gaul’.
Tanamkan Akidah dan Syariah Sejak Dini
Menanamkan akidah yang kokoh adalah tugas utama orangtua.  Orangtualah yang akan sangat mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya sendi-sendi agama dalam diri anak. Rasulullah saw. bersabda:
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu dan bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (HR al-Bukhari).
Tujuan penanaman akidah pada anak adalah agar si anak mengenal betul siapa Allah.  Sejak si bayi dalam kandungan, seorang ibu bisa memulainya dengan sering bersenandung mengagungkan asma Allah.  Begitu sudah lahir, orangtua mempunyai kesempatan untuk membiasakan si bayi mendengarkan ayat-ayat al-Quran.  Pada usia dini anak harus diajak untuk belajar menalar bahwa dirinya, orangtuanya, seluruh keluarganya, manusia, dunia, dan seluruh isinya diciptakan oleh Allah. Itu sebabnya mengapa manusia harus beribadah dan taat kepada Allah.
Lebih jauh, anak dikenalkan dengan  asma dan sifat-sifat Allah. Dengan begitu, anak mengetahui betapa Allah Mahabesar, Mahaperkasa, Mahakaya, Mahakasih, Maha Melihat, Maha Mendengar, dan seterusnya.  Jika anak bisa memahaminya dengan baik, insya Allah, akan tumbuh sebuah kesadaran pada anak untuk senantiasa mengagungkan Allah dan bergantung hanya kepada Allah.  Lebih dari itu, kita berharap, dengan itu akan tumbuh benih kecintaan anak kepada Allah; cinta yang akan mendorongnya gemar melakukan amal yang dicintai Allah.
Penanaman akidah pada anak harus disertai dengan pengenalan hukum-hukum syariah secara bertahap.  Proses pembelajarannya bisa dimulai dengan memotivasi anak untuk senang melakukan hal-hal yang dicintai oleh Allah, misalnya, dengan mengajak shalat, berdoa, atau membaca al-Quran bersama.
Yang tidak kalah penting adalah menanamkan akhlâq al-karîmah seperti berbakti kepada orangtua, santun dan sayang kepada sesama, bersikap jujur, berani karena benar, tidak berbohong, bersabar, tekun bekerja, bersahaja, sederhana, dan sifat-sifat baik lainnya.  Jangan sampai luput untuk mengajarkan itu semua semata-mata untuk meraih ridha Allah, bukan untuk mendapatkan pujian atau pamrih duniawi.
Kerjasama Ayah dan Ibu
Tentu saja, anak akan lebih mudah memahami dan mengamalkan hukum jika dia melihat contoh real pada orangtuanya.  Orangtua adalah guru dan orang terdekat bagi si anak yang harus menjadi panutan.  Karenanya, orangtua dituntut untuk bekerja keras untuk memberikan contoh dalam memelihara ketaatan serta ketekunan dalam beribadah dan beramal salih.  Insya Allah, dengan begitu, anak akan mudah diingatkan secara sukarela.
Keberhasilan mengajari anak dalam sebuah keluarga memerlukan kerjasama yang kompak antara ayah dan ibu. Jika ayah dan ibu masing-masing mempunyai target dan cara yang berbeda dalam mendidik anak, tentu anak akan bingung, bahkan mungkin akan memanfaatkan orangtua menjadi kambing hitam dalam kesalahan yang dilakukannya. Ambil contoh, anak yang mencari-cari alasan agar tidak shalat.  Ayahnya memaksanya agar shalat, sementara ibunya malah membelanya. Dalam kondisi demikian, jangan salahkan anak jika dia mengatakan, “Kata ibu boleh nggak shalat kalau lagi sakit. Sekarang aku kan lagi batuk, nih…”
Peran Lingkungan, Keluarga, dan Masyarakat
Pendidikan yang diberikan oleh orangtua kepada anak belumlah cukup untuk mengantarkan si anak menjadi manusia yang berkepribadian Islam.  Anak juga membutuhkan sosialisasi dengan lingkungan tempat dia beraktivitas, baik di sekolah, sekitar rumah, maupun masyarakat secara luas.
Di sisi inilah, lingkungan dan masyarakat memiliki peran penting dalam pendidikan anak. Masyarakat yang menganut nilai-nilai, aturan, dan pemikiran Islam, seperti yang dianut juga oleh sebuah keluarga Muslim, akan mampu mengantarkan si anak menjadi seorang Muslim sejati.
Potret masyarakat sekarang yang sangat dipengaruhi oleh nilai dan pemikiran materialisme, sekularisme, permisivisme, hedonisme, dan liberalisme merupakan tantangan besar bagi keluarga Muslim.  Hal ini yang menjadikan si anak hidup dalam sebuah lingkungan yang membuatnya berada dalam posisi dilematis.  Di satu sisi dia mendapatkan pengajaran Islam dari keluarga, namun di sisi lain anak bergaul dalam lingkungan yang sarat dengan nilai yang bertentangan dengan Islam.
Tarik-menarik pengaruh lingkungan dan keluarga akan mempengaruhi sosok pribadi anak.  Untuk mengatasi persoalan ini, maka dakwah untuk mengubah sistem masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam mutlak harus di lakukan. Hanya dengan itu akan muncul generasi Islam yang taat syariah. Insya Allah.

Tambahan---->>
Sembilan Tips Mendidik Anak Taat Syariah
1.      Tumbuhkan kecintaan pertama dan utama kepada Allah.
2.      Ajak anak Anda mengidolakan pribadi Rasulullah.
3.      Ajak anak Anda terbiasa menghapal, membaca, dan memahami al-Quran.
4.      Tanamkan kebiasaan beramal untuk meraih surga dan kasih sayang Allah.
5.      Siapkan reward (penghargaan) dan sakgsi yang mendidik untuk amal baik dan amal buruknya.
6.      Yang terpenting, Anda menjadi teladan dalam beribadah dan beramal salih.
7.      Ajarkan secara bertahap hukum-hukum syariah sebelum usia balig.
8.      Ramaikan rumah, mushola, dan masjid di lingkungan Anda dengan kajian Islam, dimana Anda dan anak Anda berperan aktif.
9. Ajarkan anak bertanggung jawab terhadap kewajiban-kewajiban untuk dirinya, keluarganya, lingkungannya, dan dakwah Islam.

MENGHORMATI KEDUA ORANG TUA MENURUT ISLAM


ibu bapak
 Semua agama dan kebudayaan setuju dalam hal keharusan memperlakukan Ibu-Bapak dengan hormat. Tetapi pendekatan Al Qur’an adalah unik. Ketika Allah SWT mengingatkan manusia untuk mematuhiNya dan memujaNya, biasanya diikuti dengan petunjuk untuk mematuhi dan menghormati Ibu-Bapak.
Sebagai contoh dalam Luqman 14 
Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang Ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. 
Kita tidak boleh lupa bahwa mematuhi hak-hak Allah SWT adalah wajib, hak-hak manusia juga harus diperhatikan. Tetapi dari semua manusia, hak-hak Ibu-Bapak adalah yang terpenting.
Al Ahqaf 15 – 18
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang Ibu bapaknya, Ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni'mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada Ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka. Dan orang yang berkata kepada dua orang Ibu bapaknya: "Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku? lalu kedua Ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan: "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar". Lalu dia berkata: "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu belaka". Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.

Allah SWT telah memerintahkan dan menekankan manusia untuk memperlakukan kedua Ibu-Bapaknya dengan hormat dan mulia. Dari kedua Ibu-Bapak, Ibu mendapat hak lebih besar daripada Bapak karena alasan yang disebutkan pada ayat di atas. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“ Layani Ibumu, kemudian Ibumu, kemudian Ibumu, kemudian Bapakmu, kemudian saudara-saudara terdekatmu kemudian saudara-saudara jauhmu.”

Sesungguhnya, Allah SWT telah memberikan kedudukan yang terhormat dan termulia untuk semua Ibu berdasarkan beberapa alasan:
1.      Ibu mengalami penderitaan yang berat ketika sedang hamil dan melahirkan anaknya.
2.      Ibu memberikan makanan kepada anaknya baik ketika di dalam kandungan maupun setelah lahir.
3.      Biasanya Ibulah yang mendidik anak dan melayani kebutuhan anaknya baik siang maupun malam.
4.      Ibu mengajar dan mendidik anaknya. Para psikolog menyebutkan bahwa pelajaran dan pendidikan di masa balita adalah faktor yang sangat menentukan di dalam membentuk kepribadian seorang anak. Terbukti bahwa orang-orang besar dilahirkan oleh Ibu-Ibu yang besar juga.
Di atas segalanya, menghormati seorang Ibu adalah wajib karena Allah SWT telah memerintahkan kita untuk melakukannya. Sayang sekali banyak para Ibu yang menyalahgunakan penghargaan yang diberikan Allah SWT ini. Banyak Ibu yang memaksakan kehendaknya terhadap anak-anaknya dan mereka memilih untuk menuruti kemauan Ibu mereka. Ini menyebabkan peran Bapak menjadi tidak efektif. Sedemikian parahnya sampai sang Ibu bersekongkol dengan anak-anaknya melawan Bapak dalam urusan keluarga, dan struktur keluarga menjadi lemah, bahkan sampai hancur.

Para Ibu ini melupakan perintah Allah SWT di dalam Al Qur’an. An Nisa 34
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain, dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya , maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Allah SWT telah menurunkan firmanNya di dalam Al Qur’an mengenai kehidupan keluarga lebih banyak daripada aspek-aspek lain karena kestabilan keluarga adalah hal paling penting di mata Allah SWT. Tindak-tanduk yang tidak Islami dari para Ibu ini dan tindakannya menyakiti suami-suaminya adalah sangat merusak. Ini mengurangi pahala bagi Ibu-Ibu ini dari Allah SWT untuk pelayanan lainnya yang dilakukannya untuk keluarganya. Bebarapa Ibu baru menyadari kesalahannya ini di hari tuanya ketika mereka terjebak di dalam masalah keluarga yang diciptakannya sendiri. Sudah terlambat untuk memperbaiki kesalahannya karena kerusakan terlanjur terjadi. Anak-anak yang teramat dicintainya adalah yang paling dirugikan.
Sesungguhnya perbuatan apapun yang menghianati pengajaran Al Qur’an dan Hadits selalu menjadi bumerang bagi para pelakunya.

Fathir 43
Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri.

Saya yakin banyak yang akan setuju pada analisa di atas tetapi dibutuhkan keberanian yang besar dan kepatuhan kepada Allah SWT untuk menghindari kerusakan yang diciptakan sendiri ini terhadap keluarga dan masyarakat Muslim.
Perintah yang sangat rinci mengenai tugas kita terhadap Ibu-Bapak juga diturunkan di dalam Al Isra 23 – 25
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.

Sekali lagi di dalam ayat-ayat ini Allah SWT memerintahkan penghormatan kepada Ibu-Bapak disamping perintahNya untuk memujaNya semata. Oleh karena itu menghormati Ibu-Bapak adalah kewajiban setiap orang. Ada beberapa tradisi yang bisa mendidik kita lebih lanjut dalam hal ini.
Suatu waktu seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Pekerjaan apakah yang dilakukan orang yang sangat dicintai Allah SWT?” Nabi menjawab, “Shalat tepat pada waktunya,” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Nabi SAW menjawab, “Memperlakukan Ibu-Bapakmu dengan baik.” (Bukhari)
Abdullah bin Umar RA meriwayatkan bahwa seseorang meminta ijin Nabi Muhammad SAW untuk mengikuti jihad. Nabi Muhammad SAW bertanya, “Apakah Ibu-Bapakmu masih hidup?”. Ia menjawab, “Ya, masih.” Muhammad SAW bersabda, “Melayani kedua Ibu-Bapakmu adalah jihad bagimu.” (Bukhari)
Al Qur’an memerintahkan dan menekankan manusia dengan sangat menunjukkan hormat semaksimum mungkin kepada Ibu-Bapak. Ini juga berarti menghormati sanak saudara dan juga Sahabat-Sahabat Ibu-Bapak kita.
Abdullah bin Umar RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalau engkau menunjukkan hormat kepada teman-teman Bapakmu, sama juga dengan engkau menunjukkan hormat kepada Bapakmu.” (Bukhari) Pada ayat-ayat Al Isra di atas, Allah SWT telah mengingatkan kita tentang ketidak berdayaan serta ketergantungan total kita terhadap Ibu-Bapak dimasa kecil kita. Ibu-Bapak kita memenuhi semua keinginan kita dengan sukacita dan penuh kasih sayang. Adalah menjadi kewajiban kita untuk memperlakukan Ibu-Bapak kita setara dengan itu.
Walaupun Ibu-Bapak harus dihormati sepanjang waktu, perhatian khusus, timbang rasa dan kasih harus lebih diberikan kepada Ibu-Bapak dimasa usia tua mereka.
Perintah yang rinci dan penting telah difirmankan oleh Allah SWT:
1.      Jangan mengucapkan sepatah katapun yang menunjukkan ketidak hormatan terhadap mereka.
2.      Jangan membentak mereka.
3.      Berbicaralah dengan Ibu-Bapak dengan hormat dan santun.
4.      Bersikaplah merendah dan lembut kepada mereka. Kerendahan hati ini akan menunjukkan cintakasih kepada mereka. Kerendahan hati ini harus keluar dari lubuk hati, dan bukan basa basi saja.
5.      Tidaklah mungkin seseorang bisa menunjukkan segala bentuk kesenangan kepada Ibu-Bapaknya, karena anda hanya bisa melakukannya sepanjang kemampuan anda. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memanjatkan doa berikut:


“ Ya Allah SWT, kasihanilah kedua Ibu-Bapakku sebagaimana mereka mengasihani kami sedari kecil.”

Kita harus selalu memanjatkan doa ini walaupun sesudah kedua Ibu-Bapak kita meninggal. Kita jangan lupa bahwa Allah SWT telah mengajarkan doa yang indah ini bagi kita buat Ibu-Bapak kita tercinta.
Pada ayat diatas, Al Isra 25, Allah SWT menghibur kita bahwa Ia tidak akan menghukum kita bila sesuatu yang kasar telah kita ucapkan kepada Ibu-Bapak kita karena kecerobohan atau kesulitan yang berat, asal kita menyesalinya. Allah SWT mengetahui apa yang terpendam di dalam hati kita.
Umur tua adalah tahap yang sangat sulit dalam hidup ini.

Yasin 68
Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian .
Maka apakah mereka tidak memikirkan?

Qurtubi menyebutkan kejadian menarik yang diriwayatkan oleh Jabber bin Abdullah RA. Seseorang menghampiri Nabi Muhammad SAW dan mengeluh bahwa Bapaknya telah mengambil alih seluruh hartanya. Nabi Muhammad SAW bersabda kepadanya, “Jemputlah Bapakmu kesini.” Sementara itu Malaikat Jibril AS menghampiri Nabi Muhammad SAW dan berkata “Bila Bapaknya telah datang, tanyakan kepadanya tentang kata-kata yang diucapkan dalam hatinya bahkan telinganya sendiripun tidak dapat mendengarnya.” Ketika laki-laki muda itu membawa Bapakya, Nabi Muhammad SAW bertanya, ‘Kenapa anakmu mengeluh bahwa kamu telah menguasai seluruh hartanya?”
Sang Bapak meminta Nabi SAW “Tanyakanlah kepada anakku untuk apakah aku menggunakan uangnya selain untuk membiayai kebutuhan bibinya dan diriku?”
Nabi SAW bersabda, “Cukup, semua sudah jelas bagiku.”
Nabi SAW bertanya kepada sang Bapak, “Kata-kata apakah yang selalu kau ucapkan di dalam hati yang bahkan telingamupun tak dapat mendengarnya?”
Sang Bapak heran mendengar ini dan menjawab “Sesungguhnya ini adalah mukjizat bahwa engkau mengetahui hal ini.
Memang saya selalu mengucapkan satu puisi di dalam hati, sehingga bahkan telingakupun tidak dapat mendengarnya.”
Nabi SAW kemudian memerintahkannya untuk membacakan puisi itu. Bapak ini kemudian membacakan sebuah puisi dalam bahasa Arab yang indah. Terjemahan puisi itu adalah sbb.:
Aku memberimu makan dimasa kecilmu dan mendukungmu bahkan ketika kau telah mencapai usia remaja. Seluruh biaya hidupmu ditanggung oleh punggungku.
Aku sering terbangun semalaman dan sangat gelisah bila kau sedang sakit. Seolah-olah sakitmu adalah sakitku, dan aku menangis sepanjang malam.
Ketakutan atas kematianmu selalu menghantuiku walaupun aku tahu bahwa maut hanya akan terjadi pada saat yang ditentukan dan tidak bisa dihindari sama sekali.
Ketika kau mencapai usia dewasa, sesuatu yang kudambakan, biasanya kau berlaku keras dan mengucapkan kata kasar kepadaku. Engkau bersikap kepadaku seolah-olah kau telah berbaik hati padaku.
Sayang sekali, seandainya kau tidak mau memberikan hakku sebagai Bapakmu, sedikitnya kau bisa memperlakukanku sebagai tetanggamu.
Aku mengharap engkau paling sedikit bisa menunaikan tugasmu kepadaku bagaikan tetanggamu, dan tidak bertindak kikir dalam membelanjakan uangku untuk keperluanku.
Setelah mendengarkan puisi yang menggetarkan ini Nabi Muhamamd SAW mencengkram leher laki-laki muda itu dan bersabda, “Pergi! Dan seluruh hartamu untuk Bapakmu!”
Pada Hadits lainnya, Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW menaiki tangga pertama dari mimbarnya dan bersabda, “Ia menganiayai dirinya seluruhnya”.
Kemudian ia menaiki tangga kedua mimbarnya dan mengulang kalimat itu lagi. Kemudian ia naik ke tangga ketiga dan mengulang kalimat ini untuk ketiga kalinya. Para Sahabat bertanya “Ya Rasul, siapakah yang menganiaya dirinya?” Muhammad SAW menjawab, “Orang yang bertemu Ramadhan tetapi tidak mendapatkan dosanya diampuni Allah SWT. Orang yang tidak mengirim salam kepadaku ketika mendengar namaku disebut. Orang yang masih bisa melihat Ibu-Bapaknya diusia tua tetapi tidak bisa masuk surga.” (Muslim)
Dengan kata lain ketiga hal ini sudah pasti akan membawanya ke surga bila ia mematuhi perintah Allah SWT.
Semoga Allah SWT menumbuhkan hormat kita yang tulus bagi Ibu-Bapak kita di dalam hati kita dan menunjukkan kasih sayangNya kepada mereka seperti Ibu-Bapak kita menunjukkan kasih sayangnya kepada kita ketika kita masih kecil. (Amin)...

Kamis, 19 Juli 2012

TIPS HIDUP TENANG DAN BAHAGIA, DENGAN BERDZIKIR KEPADA ALLAH


dzikir
 Ada lima rukun Islam, yaitu: Shahadat, Shalat, Puasa, Zakat, dan Haji.
Ada waktu-waktu yang telah ditetapkan, batasan-batasan tertentu atau situasi khusus untuk mengerjakan tatacara beribadah yang berbeda-beda ini kepada Allah SWT. Allah SWT telah menetapkan jumlah waktu shalat wajib. Puasa wajib hanya dilakukan di bulan Ramadhan. Zakat dibayarkan setahun sekali. Haji dilakukan sekali seumur hidup bila seseorang memenuhi persyaratan untuk itu. Al Qur’an tidak menganjurkan kita untuk berlebih-lebihan dalam menjalankan bentuk-bentuk ibadah ini.
Tetapi untuk berdzikir yang sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT tidak ada persyaratan waktu, tempat, atau batasan-batasan tertentu untuk itu. Dzikir kepada Allah SWT bisa dilakukan sambil duduk, berdiri, atau berbaring. Bisa dilakukan dengan atau tanpa wudhu. Bisa dilakukan di rumah, atau ketika dalam perjalanan. Bisa dilakukan ketika sehat, ataupun ketika sakit. Bisa dilakukan diwaktu siang, atau malam. Tetapi dzikir kepada Allah SWT harus dilakukan sebanyak-banyaknya. Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an

Al Azhab 41 
Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebuat nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. 

Salah satu karakteristik orang beriman ialah bahwa tak henti-hentinya dia berdzikir yang sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT dengan teramat tekun.
 
Al Azhab 35 
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang Muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta'atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. 
 
Allah SWT berfirman bahwa meskipun kita berada di medan perang, hendaknya selalu berdzikir yang sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT agar bisa menang.

Al Anfal 45
Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan, maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. 

Seorang dusun bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Ada banyak hal wajib maupun sunat di dalam Islam. Beritahukanlah padaku tentang sesuatu yang sederhana dan mudah dilakukan supaya aku bisa berpegang padanya.” Muhammad SAW menjawab “basahkanlah lidahmu dengan banyak berdzikir kepada Allah SWT,” (Musnad Ahmad)
Abu Sayeed Khudri RA meriwayatkan bahwa Muhammad SAW bersabda, “biasakanlah dirimu dengan banyak berdzikir kepada Allah SWT sampai kamu seolah ketagihan karenanya.” (Musnad Ahmad)
Membaca Al Qur’an adalah salah satu cara utama berdzikir kepada Allah SWT.

Az Zumar 23 
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik Al Qur’an yang serupa lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpin pun. 
 
Mereka yang tidak mau/ingkar untuk banyak berdzikir kepada Allah SWT akan menjadi orang yang teramat merugi.

Az Zukhruf 36 – 38
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah, kami adakan baginya syaitan maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada kami dia berkata: "Aduhai, semoga antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman ". 
 
Firman Allah yang sama dalam Al Maidah 91
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu.

Dan dalam Al Munafiqun 9 
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.
Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. 
 
Berikut adalah orang-orang yang beriman dengan kepercayaan yang teguh; tiada tipuan dunia yang bisa mengalihkan hati mereka dari mengingat Allah SWT.
 
An Nur 37
laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak oleh jual beli dari mengingat Allah, dan mendirikan sembahyang, dan membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang hati dan penglihatan menjadi goncang.

Diriwayatkan oleh Abu Al Darda RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda kepada para Sahabat, “Maukah kalian bila aku beritahu satu amal yang mengungguli seluruh amal ibadah kamu yang lain, yang segera akan diterima Allah SWT, dan meningkatkan derajatmu di hadapan Allah SWT?” Dia menambahkan, “Amal ini lebih utama daripada mensedekahkan seluruh harta emas dan perak di jalan Allah SWT, lebih utama daripada berperang melawan musuh Allah SWT, dimana kamu membunuh mereka dan mereka mencoba membunuhmu?” Para Sahabat menjawab, “Beritahulah kami.”
Muhammad SAW bersabda, “Banyak-banyaklah berdzikir kepada Allah SWT.”

Ada satu hadis Qudsi dimana Allah SWT berfirman, “Siapapun yang mengingat Aku dihatinya, Aku mengingatnya dihatiKu. Siapapun yang mengingat Aku dengan berkelompok, Aku mengingatnya dengan berkelompok (bersama Malaikat-2) yang jauh lebih mulia daripada kelompoknya.”
Bila kita membiasakan diri kita untuk banyak berdzikir kepada Allah SWT dengan konsisten, hikmahnya adalah sangat luar biasa. Sebagai contoh, Ali RA meriwayatkan: “Pada telapak tangan Fatimah RA terlihat bekas-bekas yang nyata karena setiap hari menumbuk gandum buat makanan. Pada waktu itu beberapa tawanan perang sedang dihadapkan kepada Nabi Muhammad SAW. Fatimah RA memohon kepada Nabi Muhammad SAW agar salah satu tawanan itu bisa dijadikan pelayannya. Dia tidak menemukan ayahnya di rumah, jadi ia meninggalkan pesan kepada Aisyah RA. Aisyah RA menyampaikan permohonan Fatimah RA kepada Nabi Muhammad SAW ketika ia telah pulang ke rumah. Mendengar ini Nabi Muhammad SAW datang ke rumah kami malam itu juga. Kami berdua sedang berbaring dan aku berusaha untuk bangun menyambutnya. Muhammad SAW berkata “Tetaplah berbaring”.
Dia duduk di antara Fatimah dan aku. Aku bisa merasakan dinginnya kaki beliau di tubuhku. Muhammad SAW bersabda, “Akan kuberitahukan sesuatu yang lebih baik daripada meminta seorang pelayan. Bila engkau berbaring di tempat tidur, ucapkanlah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 34 kali. Itu adalah lebih baik untukmu daripada seorang pelayan.” (Bukhari)
Imam Tamiya berkata bahwa siapapun yang mengucapkan kalimat-kalimat ini ketika berangkat tidur tidak akan merasakan malas atau lelah.
Hadits ini mengajarkan kepada kita untuk bersabar dalam menghadapi kerasnya kehidupan seperti nasehat Muhammad SAW kepada putri beliau sendiri.
Ada satu Hadits lain yang sama yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA. Seorang Muslim yang miskin datang kepada Nabi Muhammad SAW dan berkata, “Kami shalat dan saudara Muslim yang kayapun shalat. Kami berpuasa dan mereka juga berpuasa. Mereka melakukan Haji dan Umrah serta memberikan banyak sedekah, hal yang tidak bisa kami lakukan sebagai orang miskin. Oleh karena itu mereka selalu mengungguli kami di dalam beramal baik.” Hal ini merupakan kekhawatiran yang serius bagi umat Muslim yang miskin karena mereka ingin bersaing dengan saudara Muslim yang kaya di dalam beribadah kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Maukah kamu mengetahui sesuatu yang bisa membuat kamu sederajat dengan kaum Muslim yang kaya, dan tiada seorangpun yang bisa mengungguli kamu. Kamu bisa mencapainya dengan mengucapkan Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 34 kali setiap selesai melakukan shalat”. (Bukhari)

Hanya dengan banyak berdzikir kepada Allah SWT hati bisa merasa puas dan menjadi lembut.

Ar Rad 28 
orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Kita memohon kepada Allah SWT agar diberi jalan untuk mengingatNya dengan cara yang sebaik-baiknya. Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada Maaz bin Jabbal RA agar mengucapkan doa berikut setiap selesai shalat:

“ Ya Allah, jadikanlah aku orang yang mengingat Engkau, dan berterimakasih kepadaMu, dan memujaMu dengan cara yang paling baik.”

Bagaimanakah cara yang paling baik untuk banyak berdzikir kepada Allah SWT? Allah SWT menjelaskannya di dalam Al Qur’an,

Al A’raf 205

Dan sebutlah Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termask orang-orang yang lalai.

Semoga Allah SWT menjaga agar lidah kita selalu basah karena banyak berdzikir kepadaNya (Amin).

Rabu, 18 Juli 2012

MENJADI SOMBONG KARENA TIDAK SHALAT

Hitungan Matematis Mengapa Orang Tidak Shalat Dianggap Sombong

Hitungan Matematika, kenapa orang tidak sholat itu sombong kepada Allah:
Di umpamakan jika kita hidup 60 tahun lamanya, Insya Allah. Di dalam 60 tahun, kita hidup sekitar 31,536,000 menit.
Hitungannya: 60 menit x 24(jam) x 365(hari) x 60(tahun) = 31,536,000 menit
Untuk Shalat 5 waktu sampai kita umur 60 tahun, kita perlu:
5 menit x 5 (waktu) x 365(hari) x 49(tahun) = 447,125 menit
Kenapa dikali 49? karena kita diwajibkan sembahyang pada saat umur 12 tahun. Jadi 60 tahun – 11 tahun = 49 Tahun
447,125 dibagi 31,536,000 dikali 100=1.4 %
KITA CUMA DIBUTUHKAN 1.4 % DARI HIDUP KITA UNTUK MENGIKUTI PERINTAH SEMBAHYANG KEPADANYA. Jadi alangkah sombongnya sekali kalo kita tidak sembahyang 5 waktu..

Senin, 16 Juli 2012

Gambaran Umat Manusia Ketika Kiamat

Sahabat Ma'adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah...terangkan kepadaku tentang makna firman Allah "ketika ditiup sangkakala, lalu kamu datang berkelompok-kelompok"". Lalu menangislah Rasulullah SAW. Cucuran air matanya membasahi pakaiannya. Engkau telah menanyakan sesuatu yang dahsyat. Umatku akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam 12 kelompok-kelompok tabiat.

PROSES KEJADIAN KETIKA KITA MATI

Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya.’ASTAGHFIRULLAH, semoga ALLAH SWT mengampuni kita beserta keluarga…
Amiin
WALLAHU A’LAM

SUARA YANG DIDENGAR MAYAT
Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:
1. Keluarga
2. Hartanya 
3. Amalnya
Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.






Kamis, 05 Juli 2012

Wisdom 4 All


Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
 

Sabtu, 16 Juni 2012

Tanda-tanda Kiamat

Sesungguhnya setiap makhluk hidup –apakah itu manusia, hewan, atau tumbuh-tumbuhan– memiliki tanda-tanda dari akhir kesudahan hidupnya di dunia. Tanda-tanda dekatnya kematian manusia adalah rambut beruban, tua, sakit, lemah. Begitu juga halnya dengan hewan, hampir sama dengan manusia. Sedangkan tumbuhan warna menguning, kering, jatuh, lalu hancur. Demikian juga alam semesta, memiliki tanda-tanda akhir masanya seperti kehancuran dan kerusakan. Saa’ah asalnya adalah sebagian malam atau siang. Dikatakan juga: Saa’at segala sesuatu berarti waktunya hilang dan habis.

Senin, 15 Februari 2010

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah
Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda
Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan
Bila anda belum menemUkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan
Orang-orang yang minta gaji lebih biasanya tidak dapat lebih, tapi yang melakukan lebih dan berkualitas akan mendapat lebih. Jangan takar tenaga yang Anda keluarkan berdasarkan gaji yang Anda dapatkan tetapi berdasarkan hasil yang dapat Anda kontribusikan bagi kelangsungan dan keuntungan perusahaan Anda.
Copyright © 2014 Berbagi Berarti Peduli